Cegah Penuaan Dini dengan Konsumsi Sayur dan Buah Mengandung Antioksidan

Apa kaitannya antara radikal bebas dan antioksidan dengan penuaan dini? Asupan gizi yang seimbang bagi seseorang merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan juga untuk memperlambat penuaan. Penuaan biasanya ditandai dengan perubahan kulit yang semakin lama semakin berkerut dan keriput. Akan sangat baik jika anda menerapkan pola hidup sehat.

makanan antioksidan cegah penuaan dini

Image courtesy of dusky / FreeDigitalPhotos.net

Pola hidup sehat dilakukan seperti mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi, olah raga teratur, istirahat yang cukup, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, dan tidak stress. Pola hidup sehat juga dapat menghindarkan dan mengurangi resiko datangnya berbagai macam penyakit. Menjaga kesehatan tubuh juga dapat didukung dan dibantu oleh suplemen yang mengandung zat antioksidan.

Apa itu Antioksidan?

Antioksidan adalah senyawa-senyawa yang berfungsi untuk mencegah terjadinya proses oksidasi zat-zat tertentu dalam tubuh. Lalu mengapa kita membutuhkan antioksidan? Mari kita urai.

Antioksidan dapat membantu tubuh untuk menghentikan proses perusakan sel akibat adanya radikal bebas di tubuh, dengan cara memberikan elektron kepada radikal bebas. Antioksidan akan menetralisir radikal bebas sehingga tidak mempunyai kemampuan lagi mencuri elektron dari sel dan DNA, yang selalu melakukan perusakan sel. Yang masuk ke dalam golongan zat ini antara lain vitamin, polipenol, karotin dan mineral.

Ada beberapa jenis buah dan sayur yang menjadi sumber zat antioksidan, yaitu:

  •   Vitamin A : Wortel, brokoli, sayur hijau, bayam, labu, hati, kentang, telur, aprikot, mangga, susu dan ikan.
  •   Vitamin C : Lada/merica, cabe, peterseli, jambu biji, kiwi, brokoli, taoge, kesemek, pepaya, stowberi, jeruk, lemon, bunga kol, bawang putih, anggur, raspberri, jeruk kepruk, bayam, tomat dan nanas.
  •   Vitamin E : Asparagus, alpukat, buah zaitun, bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sayur, serat.
  •   Karotin : Beta karoten, lutein, likopen, wortel, labu, sayur-sayuran hijau, buah-buahan berwarna merah, tomat, rumput laut.
  •   Polipenol : Buah berri, teh, bir, anggur, minyak zaitun, cokelat, kopi, buah kenari, kacang, kulit buah, buah delima dan minuman anggur.

Tubuh harus dapat mencegah terjadinya oksidasi zat-zat tertentu dalam tubuh, menghalau radikal bebas yang dapat memacu timbulnya penyakit. Itulah fungsi antioksidan secara garis besar.

Apa itu Radikal Bebas?

Radikal bebas adalah senyawa molekul oksigen yang secara kimia strukturnya berubah akibat yang timbul dari aktifitas lingkungan. Sumber radikal bebas sendiri bisa dari dalam sendiri, misalnya dari metabolisme tubuh maupun dari stress. Sumber Radikal bebas juga dapat datang dari luar tubuh, misalnya karena adanya pencemaran udara, bahan kimia, rokok, obat-obatan dan ultraviolet. Radikal bebas dapat menjadi salah satu penyebab penyakit stroke, penurunan sistem imun, penyakit jantung, penyakit lever, kanker, reumatik, kencing manis, dan katarak.  Radikal bebas adalah salah satu yang berperan  cukup besar dalam proses penuaan dini.

Pada saat metabolisme terjadi, akan ada reaksi oksidasi dan reduksi yang dapat menimbulkan radikal bebas dengan oksigen reaktif. Disinilah radikal bebas bebas mengoksidasi zat-zat yang berguna bagi tubuh, hal ini dapat menyebabkan sejumlah jaring sel tubuh rusak. Contoh nyata yang terjadi adalah seperti kulit menjadi keriput karena kehilangan elastisitas jaringan kolagen dan ototnya. Kemudian akan dapat menimbulkan bintik-bintik berupa pigmen kecoklatan atau flek. Inilah yang menyebabkan kesehatan kesehatan kulit menurun, keriput, kulit jadi kasar, pori-pori melebar dan kulit jadi tak mulus.

Dan yang lebih buruknya lagi, radikal bebas ini dapat memicu kepikunan akibat dinding sel saraf, yang terdiri dari asam lemak tak jenuh ganda, yang dijadikan sasaran empuk bagi serangan radikal bebas.

Dengan alasan-alasan itulah, mengapa kita membutuhkan asupan gizi atau nutrisi yang mengandung antioksidan yang cukup. Yang diharapkan adalah, zat-zat yang bermanfaat serta sel-sel jaringan dalam tubuh dapat tetap berfungsi dengan baik agar stamina dan kesehatan serta fungsi organ-organ tubuh tetap berfungsi sebagaimana mestinya, juga mencegah proses penuaan dini.

Referensi: http://fitria.staff.uii.ac.id/anti-oksidan-vs-radikal-bebas/; surat kabar Tribun-Jabar;

Author: Fika Thiana

Share This Post On

Dapatkan Artikel-artikel Menarik KilasDara.com ke Inbox Anda!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

1 Comment

  1. Untuk mengurangi kadar radikal bebas di dalam tubuh anda, selain mengkonsumsi antioksidan, beberapa hal berikut juga bisa membantu anda:

    1. Kurangi juga konsumsi goreng-gorengan
    2. Atur tingkat stress anda 
    3. Pastikan tidur anda cukup setiap malam
    4. Tidur dalam ruangan yang gelap

    Semoga membantu!

    Salam, 

    Coach Tobias – Fitness Indonesia
    http://fitnessindonesia.com
    http://facebook.com/FitnessIndonesia
    http://youtube.com/FitnessIndonesia
    http://twitter.com/CoachTobiasIndo

    Post a Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This