Jangan Takut Gagal Buat Cheesecake Sendiri

Pernahkah anda merasakan lembutnya cheesecake? Sesuai dengan namanya, hidangan lezat yang satu ini sang kental rasa kejunya. Berbagai bentuk olahan cheese cake tetap menghadirkan cita rasa keju yang kuat. Dengan menggunakan bahan dasar campuran krim keju, telur, susu, gula, juga yoghurt, cheese cake juga dapat dipadukan dengan aneka buah-buahan segar, coklat, biskuit, juga dengan cake atau kue-kue lainnya.

Jangan Takut Gagal Buat Cheesecake Sendiri

Image courtesy of “-Marcus-” / FreeDigitalPhotos.net

Cheesecake juga tersedia dalam bentuk kue ulang tahun, seperti halnya kue tart atau blackforest. Jenis keju yang umumnya digunakan untuk membuat cheesecake ini adalah keju krim cottage cheese, keju quark, mascarpone, ricotta dan neufchatel. Untuk membuat adonannya, cheese cake dapat menggunakan telur ataupun tanpa menggunakan telur. Jika pembuatan adonan cheese cake menggunakan telur, maka akan dibutuhkan proses pembakaran atau pemanggangan. Hal ini dilakukan untuk mematangkan telur. Namun sebaliknya, jika tidak menggunakan telur ke dalam adonan, maka hanya akan memerlukan proses pendinginan saja, tidak diperlukan lagi pemanggangan.

Berbagai macam bahan atau buah untuk topping cheesecake dapat digunakan untuk mempercantik penampilan dalam penyajiannya. Topping ini pun dapat menambah kelezatan paduan rasa yang dihasilkan. Membuat cheese cake sendiri di rumah memerlukan sedikit trik, agar cheesecake buatan anda sendiri tidak gagal. Cheese cake dikatakan berhasil jika tekstur cheese cake yang matang tingkat ukuran kematangannya, kelembapannya cukup, dan kehalusan teksturnya juga baik. Namun terkadang tak sedikit yang mengalami kegagalan dalam pembuatan cheese cakeini.

Kegagalan yang umumnya terjadi dan tips pencegahan kegagalan saat pembuatan cheese cake :

  • Permukaan Cheesecake belah-belah atau retak.

Penyebab : suhu pemanggangan terlalu tinggi atau terlalu panas

Tips : Masak cheesecake dengan suhu oven sekitar 150-160 derajat celcius, sekitar 60-75 menit. Kenali dan pelajari suhu oven, agar dapat mengetahui tingkat kematangan yang dapat terjadi pada oven anda. Biasanya karakter kematangan dari oven ada sedikit perbedaan satu sama lainnya.

  • Cheesecake tidak mengembang atau meninggi saat dipanggang.

Penyebab : Cara pengolahan yang salah.

Tips : Kocok cheesecake secara terpisah hingga lembut, namun juga jangan terlalu lama. Setelah itu barulah masukkan ke kocokan telur yang sudah dikocok sampai mengental sebelumnya.

  • Bagian Crust / Dasar terlalu keras

Penyebab : Pemanggangan crust terlalu lama

Tips : panggang crust tidak lebih atau maksimum 10 menit saja. Perlu diingat, bahwa crust nantinya juga akan dipanggang lagi bersama-sama dengan adonan cheese.

  • Kebocoran air saat menggunakan pembakaran Au Bain Marie.

Penyebab : penempatan yang kurang tepat.

Tips : Gunakan alumunium foil dengan tipe Heavy Duty (yang tebal). Namun cara ini sedikit boros. Cara lainnya adalah dengan menggunakan trik beberapa loyang yaitu dengan meletakkan loyang yg berisi adonan cake di atas loyang lain yg lebih besar, yang tingginya lebih rendah dari loyang yg berisi adonan cake, tetapi masih lebih tinggi dari permukaan air untuk au bain marie-nya. Maka akan ada 3 buah loyang yg digunakan untuk proses pemanggangan:

  1. 1 loyang berisi air (dengan tinggi 3 cm)

  2. 1 loyang kosong di atasnya untuk alas (dengan tinggi loyang 4 cm)

  3. 1 loyang yang isinya adonan cake.

Air yg digunakan untukĀ Au Bain Marie sebaiknya tingginya tidak lebih dari 2 cm, supaya saat air bergolak, tidak kena adonan cake. Jika air mengering, tambahkan air hangat (pastikan air yang dimasukkan jangan yg terlalu dingin/ panas, karena jika terlalu dingin suhu oven bisa turun drastis, namun jika terlalu panas sering terjadi tekstur cake jadi seperti ada endapan di bagian bawahnya).

  • Cheesecake hangus / gosong

Penyebab : Pemanggangan terlalu lama dan penampatan loyang yang kurang tepat.

Tips : Letakkan cake di rak bagian terbawah. Namun untuk jenis Taiwan, Japanese, dan jenis lainnya yang memerlukan permukaan warna kue kecokelatan, letakkan cake di rak bagian tengah. Sebenarnya, jika menggunakan teknik panggang Au Bain Marie. kemungkinan resiko gosong ini sebenarnya sangat kecil. Beri permukaan cheesecake cukup ruang dan cukup lapang, untuk dapat mencegah permukaan cake menjadi mengkerut, kering, atau pecah.

  • Cheesecake bantat

Penyebab : Suhu panas menurun terlalu cepat setelah proses pemanggangan.

Tips : Kematangan dapat ditandai dengan warna permukaan yang berubah menjadi kuning keemasan, permukannya mengeras, namun masih dapat bergerak-gerak jika di goyangkan di bagian tengahnya. Matikan oven. Dinginkan cake dengan keadaan tetap dalam oven, buka sedikit pintunya, agar penurunan suhu lebih lambat.

  • Cheesecake hancur saat dikeluarkan dari oven

Penyebab : cara pendinginan atau penyimpanan yang salah

Tips : Diperlukan waktu pendingan hingga benar-benar dingin setelah proses pemanggangan sekitar 4 jam. Untuk cheesecake jenis chilled (tanpa pemanggangan), biarkan selama 8 jam atau dibiarkan semalam dalam lemari pendingin.

Diperlukan beberapa trik dalam membuat cheesecake mulai dari awal pembuatan adonan, cara peletakan ke dalam loyang, cara memanggang, cara menyimpan, cara pendinginan, cara mengeluarkan dari loyang, hingga ke cara pemotongannya. Terdengar sedikit lebih rumit memang dari pembuatan cake lainnya. Namun jika anda dapat mencermati triknya, maka pembuatan cheesecake yang anda buat dapat terbentuk dengan sukses. Dengan cara membuat cheesecake yang benar, maka cheesecake buatan anda pun dapat dibanggakan untuk disajikan di berbagai kesempatan.

Referensi: http://www.cakefever.com; http://nakiacakes.multiply.com; http://anneahira.com

Author: Fika Thiana

Share This Post On

Dapatkan Artikel-artikel Menarik KilasDara.com ke Inbox Anda!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *