Jangan Jadikan 10 Hal ini Sebagai Alasan Menikah

Jangan Jadikan 10 Hal ini┬áSebagai Alasan Menikah — Janji setia dan sehidup semati hingga maut memisahkan adalah ikrar janji dalam pernikahan. Pasangan yang memutuskan untuk menikah, harus siap menerima apapun kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mengingat semua itu, ada beberapa hal penting, yang sebaiknya jangan dijadikan alasan menikah.

10 alasan menikah yang salah

Image courtesy of Rosen Georgiev / FreeDigitalPhotos.net

Berikut beberapa alasan menikah yang salah:

1. Ingin Membuktikan Diri

Jangan jadikan alasan menikah karena ingin membuktikan suatu hal bagi orang lain, misalnya membuktikan bahwa anda adalah benar-benar laki-laki sejati, atau sebaliknya bagi wanita. Atau ingin membuktikan bahwa anda mampu dan memiliki biaya untuk menikah. Mungkin juga alasan menikah karena melihat mantan, teman, atau sahabat yang sudah menikah. Sehingga timbul rasa dendam, iri, atau sakit hati.

2. Alasan Ingin Membahagiakan Orang Tua

Setiap orang tua tentu bisa memahami bahwa anaknya suatu saat harus memiliki pendamping hidup. Namun, jika anda menikah dengan alasan ingin membahagiakan orang tua, maka anda harus mengesampingkan kebahagiaan anda sendiri. Coba pikirkan kehidupan anda di masa berikutnya.

3. Umur Sudah Semakin Tua
Jangan takut dikatakan perawan tua oleh siapapun, jika memang anda belum dapat menemukan sesorang yang tepat untuk dijadikan pendamping hidup selama-lamanya. Putuskan menikah saat anda sudah menemukan yang terbaik menurut anda, jangan dibebani oleh usia anda. Jangan jadikan umur sebagai tolok ukur alasan menikah bagi anda.

4. Ingin Segera Memiliki Anak

Anak adalah buah cinta dari pasangan menikah. Anak adalah pemberian dan titipan Tuhan yang diberikan saat anda sudah dipercayai-Nya. Maka, jangan paksakan ingin cepat-cepat menikah karena ingin segera memiliki keturunan. Semua itu adalah rahasia Tuhan. Jika setelah menikah anda belum juga dikarunia anak, maka menikah dengan alasan ingin segera memiliki anak dapat jadi bumerang dalam kehidupan rumah tangga andam.

5. Sudah Terlalu Lama Berpacaran

Hubungan pacaran yang sudah terlalu lama sering menimbulkan pertanyaan bagi pasangan maupun keluarga. Jangan jadikan alasan menikah karena sudah terlalu lama berpacaran. Kesiapan dan kematangan anda berdua adalah hal yang lebih penting untuk dipertimbangkan sebagai alasan untuk menikah.

6. Bosan Hidup Sendiri

Coba ambil sisi positif dari kehidupan anda yang masih sendiri. Jangan terburu-buru untuk menikah karena anda telah bosan hidup sendiri. Jalani kesendirian anda dengan banyak hal kreatif dan positif, pasangan hidup terbaik untuk anda akan datang. Alasan untuk menikah karena bosan hidup sendiri sebaiknya dihindari.

7. Telah Hamil

Hamil di luar hubungan pernikahan merupakan hal tabu bagi masyarakat kita. Namun jangan paksakan pernikahan karena anda telah hamil. Coba garis bawahi tanggung jawabnya, bukan karena hamilnya.

8. Ingin Ada yang Membiayai Hidup

Anda diberi akal dan pikiran untuk mampu berusaha menghidupi anda sendiri. Jadi jangan jadikan pernikahan sebagai alasan agar ada yang membiayai hidup anda.

9. Dipaksa dan Ditekan Menikah Oleh Pihak Lain

Kebahagiaan anda ditentukan oleh anda sendiri. Jika anda memiliki permasalahan misalnya seperti terbelit hutang, jangan paksakan diri untuk menikah demi menyelesaikan persoalan tersebut. Atau anda dipaksa atau ditekan untuk menikah dengan seseorang oleh orang lain karena hal-hal yang menurut mereka penting, padahal sebenarnya tidak bagi anda. Ini juga menjadi salah satu alasan menikah yang buruk, dan sebainya dihindari.

10. Harta Kekayaan atau Warisan Melimpah

Jangan juga jadikan materi atau kekayaan sebagai alasan menikah bagi anda. Kebahagiaan tak dapat dibeli dengan uang. Personal atau orang yang akan anda nikahi adalah hal penting untuk jadi keputusan. Buat apa menikah dengan yang kaya raya jika ia punya sifat dan kebiasaan buruk, misalnya sering melakukan kekerasan, tidak menghargai, dan yang lainnya.

Sekali menikah dalam seumur hidup adalah harapan bagi setiap pasangan yang menikah dengan cinta sejati. Kesiapan mental adalah persiapan penting untuk beranjak ke jenjang pernikahan, karena saat itulah setiap pasangan akan menghabiskan sisa hidupnya untuk menikah dan berkeluarga. Menikahlah karena keinginan anda untuk saling mencintai, menjaga dan menghormati satu sama lain.

Author: Fika Thiana

Share This Post On

Dapatkan Artikel-artikel Menarik KilasDara.com ke Inbox Anda!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *