Kecintaan Indira di Dunia Modelling & Broadcasting

Bagaimana cerita pribadi atas kecintaan Indira di dunia Modelling & Broadcasting? Menangkap peluang dan kesempatan jadi hal penting bagi Indira, sebagai seorang model yang kini sudah berusia kepala tiga. Gadis tamatan Akademi Kesehatan Lingkungan Bandung tahun 2001 ini, memulai belajar modelling di tahun 2000. Berbagai kursus dan kegiatan modelling mulai digeluti, meski awalnya gadis bernama lengkap Indira Saputri Suranegara ini tidak mendapat restu dari orang tua. Image sebagai model masih tampak profesi yang dianggap kurang baik oleh kedua orangtuanya. Ia ingin menumbuhkan positive thinking dunia model kepada orang tuanya.

indira suranegara - modelling instructure

Sederet Pendidikan dan Pengalaman di Dunia Modelling

Dengan niat ingin membuktikan bahwa dunia model tidak seburuk yang dikira, Indira memberanikan diri ikut berbagai kursus diantaranya QQ Modelling School Bandung (Advanced) tahun 2003, Table Manner by Matari Production, Jakarta (2004), Beauty Class Bandung (2004-2006), Workshop Marketing Entry Strategy Bandung (2005), Training Franchise Business Bandung (2006), Workshop Public Speaking by Om Farhan Bandung, dan Trishna Sanubari Broadcast School Bandung (2009).

Dalam kehidupan dunia modelling, Indira pernah menjadi model catwalk dan bintang iklan oleh beberapa produk kacamata, baju, bumbu masak hingga ke pakaian bayi. Bahkan ia pun tak segan-segan untuk berkecimpung di dunia dunia keartisan baik di per-televisian baik nasional maupun lokal, menjadi presenter di berbagai acara talkshow, dan menjadi pemain sinetron.

Menurut Indira, profesi model itu kembali kepada personal modelnya itu sendiri. “Ada model yang bagus secara karier, fisik, dll. tetapi tidak mau mengembangkan diri. Stuck di situ, ya tidak bisa memperpanjang perjalanan karier modelnya. Jadi saya kira bergantung pada masing-masing kepribadian model itu juga, ” ungkapnya.

Kini Indira menjadi instruktur model di Galazema School Modelling & Broadcast dan Bandung Modelling & Broadcasting (BMB) School, Bandung. Ia juga mengajar ekstrakulikuler modelling di SMA BPK Penabur Bandung sejak tahun 2010 lalu. Indira yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Head of Public Relations Dept. Marketing Edward Forrer Indonesia (2005-2006), dan menjadi Marketing Director Daya Transformasi Orginizer Bandung (2007) ini menjelaskan bahwa ia punya panggilan hati untuk menjadi instruktur modelling, ketimbang melanjutkan karier di atas catwalk.

indira_perform1“Saya ingin membantu sebagian orang ingin menjadi model, tapi belum PD untuk gabung di sekolah model, atau ingin mengikuti berbagai macam lomba model, seperti pemilihan model majalah, model catwalk, dan yang lainnya. Sampai mereka bisa catwalknya juga.”, ungkapnya lagi.

Alasan ini ia kemukakan karena ada sebagian yang mengikuti lomba pemilihan model, tapi tidak menguasai catwalk. Indira sendiri sangat menyayangkan hal ini. Padahal masalah catwalk sebenarnya dapat dipelajari dengan mudah.

“Menurut saya, dunia modelling itu merupakan dasar atau basic dari dunia entertain. Karena di modelling kita belajar untuk membangun dasar-dasar kepercayaan diri.”, tuturnya.

Indira pun bercerita sedikit pengalamannya, dikutip saat wawancara dengan Mygetinfo.com, ”Saya dulu kurang bisa bergaul, bersosialisasi, atau kurang bisa menempatkan diri pada satu situasi. Tapi saya ingin berubah, dan saya ingin menggali potensi diri saya lebih dalam. Akhirnya saya masuk kelas model yang ternyata tidak hanya belajar catwalk, tapi belajar foto, ekspresi, acting, tapi juga dapat pelajaran tentang etika berbusana,  public speaking , dan yang lainnya. Hal-hal itulah yang dapat membangun self confident.”

indira_perform2Begitu menurutnya, bahwa itulah yang menjadi bekal pada seseorang yang siap maju ke dunia enterntain, baik itu untuk modelling, acting maupun broadcasting.

Gadis yang masih berdarah ningrat ini menikah dengan Drs Arman K dan telah dikarunia anak Alfaro Adam, sebagai anak lelaki satu-satunya. Ia sangat berterima kasih kepada dukungan suami dan keluarga besarnya yang telah menemani perjalanan kariernya hingga seperti sekarang. Sebagai seorang mahasiswa yang pernah dinobatkan sebagai Moka Kesehatan Bakti  Husada, berkeinginan untuk terus menggali ilmu lebih banyak. Indira berencana untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah hukum, dan berharap menjadi seorang notaris.

Pesan penting yang disampaikan Indira, bagi siapapun yang menekuni dunia modelling, tubuh dan kecantikan bukan segalanya. Seorang model juga harus dapat bersikap positif, mengasah otak, membekali diri dengan moral dan etika, agar profesinya tidak sekedar berjalan di atas catwalk. Tetapi sebagai profesional dalam melakoni profesinya.

Author: Fika Thiana

Share This Post On

Dapatkan Artikel-artikel Menarik KilasDara.com ke Inbox Anda!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This