Pengaruh Sepatu High Heels untuk Kesehatan Kaki

Sudah tahukah anda adanya pengaruh sepatu high heels atau sepatu berhak tinggi untuk kesehatan kaki. Banyak wanita yang merasa tampil lebih percaya diri jika menggunakan high heels. Tak hanya untuk ke pesta, penampilan panggung bagi para artis, ke kantor, bahkan hanya sekedar untuk jalan-jalan. Efek penampilan yang dihasilkan saat menggunakan high heels dirasa cukup dapat mempercantik penampilan secara keseluruhan.

Namun dibalik keindahannya, sebenarnya pemakaian high heels tidak senyaman jika menggunakan sepatu atau sendal yang datar (flat). Bahkan, kebiasaan menggunakan high heels justru tidak baik untuk kesehatan kaki.

3 Fase Berjalan

Pengaruh High heels untuk kesehatan kaki

Image courtesy of Ambro / FreeDigitalPhotos.net

Dijelaskan oleh dr. Muki Partono, SpOT bahwa ada tiga fase yang harus dilalui untuk berjalan. Fase pertama disebut dengan fase mid stand, atau kaki menjejak ke tanah. Kedua, fase swing dimana kaki terangkat dan berayun kemudian tumit menempel ke tanah. Fase ketiga disebut dengan fase took off, atau kaki kembali dalam posisi datar di tanah.

Bagaimana pengaruh sepatu high heels bagi pemakainya?

Bagi pemakai high heels, maka ia harus melewatkan fase midstand. Inilah mengapa energi yang dikeluarkan harus lebih banyak, perlu energi ekstra supaya bisa berjalan dengan posisi jinjit. Hal ini menyebabkan otot menjadi lebih mudah lelah, nyeri, dan trauma.

Sebenarnya sepatu yang dikategorikan sebagai high heels adalah sepatu yang tingginya lebih dari 7 cm. Di bawah ukuran itu masih dianggap sebagai sepatu berhak saja.  Dengan ukuran hak yang cukup tinggi, maka tekanan pada betis akan menguat, dan betis akan mengeras. Hal ini dapat menyebabkan pengapuran dini pada sendi engkel, karena kaki harus menanggung beban berlebih. Selain itu, otot-otot pada paha juga dapat bermasalah. Pemakaian yang terlalu sering dapat menyebabkan cedera pada pinggang dan tulang belakang. Semakin tinggi haknya, maka semakin besar juga tekanannya.

Maka dari itu, lebih baik gunakan high heels pada kesempatan-kesempatan tertentu saja, untuk menghindari cedera atau resiko pada kesehatan kaki. Dan jangan juga gunakan high heels terlalu lama. Jika perlu, siapkan sepatu atau sendal serep yang bukan high heels, untuk persediaan saat kaki anda mulai terasa lelah atau sakit, anda dapat menggantinya. Semakin lama pemakaiannya, pengaruh sepatu high heels akan semakin terasa tidak nyaman.

Untuk mengurangi ketegangan pengaruh sepatu high heels, anda juga dapat melakukan relaksasi pada kedua kaki anda. Caranya:

1. Angkat kaki setinggi lutut sambil meluruskan telapak kaki, lalu turunkan.

2. Angkat kaki setinggi lutut. Luruskan telapak kaki, lalu bergantian tekuk ke atas dan ke bawah.

3. Angkat kaki setinggi lutut, lalu putar pergelangan kaki secara bergantian dari kiri ke kanan, kemudian dari kanan ke kiri.

Titik tumpu pada kaki untuk menanggung beban tubuh cukup berpengaruh pada pemilihan sepatu. Bukan tidak mungkin pemakai sepatu atau sendal yang ceper atau flat juga mengalami ketegangan otot. Hanya saja, mungkin resikonya lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan high heels. Biasanya, titik tumpu ini juga dipengaruhi oleh bentuk kaki anda. Posisi titik tumpu dapat dilihat dari bagian sepatu sebelah mana yang lebih cepat aus atau menipis. Disitulah letak titik tumpu kaki anda.

Sebagai alternatif model high heels, mungkin anda dapat memilih sepatu high heels dengan bagian depan yang juga sedikit lebih tinggi dari dasar. Agar perbedaan tinggi antara bagian depan dan belakang tidak terlalu jauh. Paling tidak, beban kaki untuk menopang tubuh anda dapat lebih ringan.

Ada baiknya, upayakan memilih sepatu yang dapat mendukung titik tumpu anda menanggung beban dengan rasa nyaman. Sesuaikan sepatu yang digunakan dengan bentuk kaki, kenyamanan, serta situasi atau aktivitas anda, agar pengaruh sepatu high heels yang tidak baik dapat diminimalisir.

Author: Fika Thiana

Share This Post On

Dapatkan Artikel-artikel Menarik KilasDara.com ke Inbox Anda!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

1 Comment

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *