Jangan Lupakan 4 Check Up Kesehatan Penting untuk Wanita

Sudahkah anda meluangkan sedikit waktu untuk melakukan check up kesehatan penting bagi wanita secara rutin di sela-sela kesibukan anda. Kesehatan adalah nomor satu untuk anda jaga. Perhatikan perkembangan kesehatan tubuh secara berkala. Apalagi kemajuan di dunia kesehatan saat ini sudah semakin maju, hingga ada dapat mendeteksi berbagai macam penyakit sejak dini. Ini akan dapat membantu pula untuk menentukan tindakan selanjutnya untuk menyelematkan kesehatan anda.

check up kesehatan penting untuk wanita

Image courtesy of Sura Nualpradid / FreeDigitalPhotos.net

Lakukan 4 Check Up Kesehatan untuk Wanita berikut ini secara rutin :

1. General check-up

Pemeriksaan Medical Check Up ini penting untuk mendeteksi berbagai penyakit kronis, seperti kanker, darah tinggi, diabetes, hingga ke kelainan pada liver dan jantung. Gaya hidup masa kini lebih mendorong banyak orang memiliki resiko penyakit tersebut.

Pilih paket check up yang tersedia dari  tempat anda melakukan general-check up, yang sesuai dengan kebutuhan. Anda biasanya akan dimintai urine, feses, dan darah. Hasil pemeriksaan ini biasanya diterbitkan dalam tiga hari atau lebih (tergantung pada tempat cek kesehatan yang anda kunjungi).

Jangan lupa tanyakan ke rumah sakit atau laboratorium tempat anda melakukan general check-up, apakah anda perlu berpuasa, atau menyiapkan conton urine dan feses sebelumnya dari rumah.

2. Pap Smear

Periksakan keadaan rahim anda untuk mengantisipasi penyakit kanker leher rahim.  Di Indonesia telah tersedia jenis pemeriksaan pap smear yang lebih maju, yaitu thin prep pap test. “Tes ini dapat mendeteksi sel prakanker jauh lebih akurat”, demikian menurut dr. Victoria, dari Klinik Pap Net, Jakarta.

Disarankan agar anda melakukan check-up kesehatan Pap Smear ini mulai tiga tahun setelah anda melakukan hubungan suami istri pertama kalinya, atau setelah 21 tahun. Lakukan check up ini hingga usia anda 65 tahun, dengan syarat di usia tersebut anda tergolong beresiko rendah atau tanpa resiko, dan minimal 3 hasil tes pap smear sebelumnya normal. Dan lakukan pap smear ini setahun sekali, dua atau tiga tahun sekali. Jika muncul keluhan, lakukan test ini secepatnya.

Dokter akan meminta sekret atau getah dari bagian leher rahim dengan alat khusus, saat anda melakukan thin prep pap test. Sekret itu kemudian akan direndam dalam botol berisi cairan pengawet kemudian di kirimkan ke laboratorium. Jika hasilnya menunjukkan ada prakanker, maka anda akan mendapat rujukan ke ahli ginekologi untuk perawatan lebih lanjut.

Dua hari sebelum test, anda tidak diperbolehkan berhubungan suami istri, dan anda tidak boleh dalam masa menstruasi.

3. Bone Densitometry

Tes ini bertujuan untuk memeriksa kepadatan tulang.  Bagaimana kekuatan tulang anda, dan seberapa jauhnya kemungkinan pengeroposan tulang. Orang-orang yang menderita asma dan tiroid, dapat beresiko tinggi terhadap osteoporosis. Begitu pula bagi wanita yang memiliki gangguan hormonal, menstruasi tidak teratur, atau wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan rahim. Resiko osteoporosis juga beresiko tinggi bagi mereka yang merokok, sering minum alkohol dan kopi, dan jarang beraktivitas dan terkena sinar matahari pagi.

Untuk yang belum terdeteksi tidak mengalami osteoporosis, anda dapat mengulang test ini 1 hingga 2 tahun ke depan. Namun bagi anda yang terdeteksi, anda dianjurkan untuk mengulang pemeriksaan setiap enam bulan sampai satu tahun sekali.

Sehari sebelum melakukan tes bone densitometry ini, anda tidak boleh mengkonsumsi suplemen atau susu berkalsium tinggi, karena dapat mempengaruhi hasil test menjadi kurang akurat.

4. Mammografi

Check up kesehatan Mammografi penting untuk dilakukan untuk para wanita. Penyakit kanker payudara merupakan jenis kanker yang sulit ditangani. Jadi tidak ada salahnya jika anda melakukan pemeriksaan kesehatan anda untuk mengenali resiko penyakit berbahaya yang satu ini.  Check-up mammografi ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini keberadaan tumor atau kanker pada payudara. Sebenarnya test ini lebih dianjurkan bagi mereka yang telah berusia di atas 40 tahun, namun tidak ada salahnya bagi  yang masih dibawah umur 40 mulai melakukan tes mammografi, apalagi jika salah satu keluarga anda memiliki riwayat penyakit ini.

Tes ini akan dilakukan dengan prosedur menekan payudara sebelah kiri, bawah dan kanan semaksimal mungkin,  satu persatu, akan dilakukan pemotretan X-Ray. Hasil foto X-ray biasanya sudah bisa didapat di hari yang sama. Lakukan pemeriksaan ini 1-2 tahun sekali.

Jangan lakukan tes mammografi bagi anda yang sedang hamil atau menyusui.

Faktanya, kanker rahim merupakan penyebab kematian nomor enam di Indonesia. Penyakit ini juga menjadi penyebab kanker nomor satu di Indonesia. Jadi lakukan ke-empat check-up penting tersebut, agar dapat memantau kondisi kesehatan tubuh anda secara lebih baik.

Referensi: Cosmopolitan Juli 2005

Author: Fika Thiana

Share This Post On

Dapatkan Artikel-artikel Menarik KilasDara.com ke Inbox Anda!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This