Kendalikan dan Atasi Kemarahan dengan Cara-cara Ini

Kenali kemarahan anda agar anda dapat kendalikan dan atasi kemarahan dengan cara sehat. Amarah bisa dikendalikan dan sisalurkan dengan cara baik. Kemarahan tanpa kontrol akan menyebabkan banyak dampak negatif, misalnya dapat menurunkan kesehatan, merusak mental, dan dapat mengganggu hubungan sosial anda dengan orang lain. Dan setiap orang memiliki tingkat kemarahan yang berbeda-beda.

Kemarahan tidak selamanya bagus, meski terkadang ini baik daripada disimpan dalam hati. Namun kemarahan juga tidak selamanya buruk. Sekarang, tinggal bagaimana cara anda menyikapi  setiap kemarahan yang datang. Marah yang tidak pada tempatnya, dapat merusak diri sendiri dan merusak orang lain. Padahal, membina hubungan baik dalam hidup bersosial dalam kehidupan itu sangatlah penting.

cara kendalikan dan atasi kemarahan

Image courtesy by Stuart Miles | freedigitalphotos.net

Apa Keuntungan Atasi Kemarahan?

Mengurangi tekanan untuk bereaksi secara agresif akibat kemarahan tersebut dalam menghadapi masalah.

Penyebab seseorang sulit atasi kemarahan, biasanya terjadi  karena:

  • Sejak kecil sering melihat bentuk kemarahan yang meluap-luap seperti memukul, dan melempar-lempar sesuatu.
  • Sering mengalam stres tinggi dan depresi.
  • Sering menyendiri dan pendiam.
  • Cenderung sering mengungkit-ungkit masa lalu.
  • Pernah mengalami kejadian traumatis.
  • Kurang dapat mengekspresikan diri.
  • Berpandangan sempit dan pendek.
  • Mudah curiga, mudah terpengaruh dan mudah terpancing.
  • Cenderung tidak bersimpati dan berempati.
  • Mengalami sejumlah kondisi medis  tertentu.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang dapat menyulut kemarahan seseorang.
  • Memiliki latar belakang kehidupan yang keras.

Kemarahan yang meluap-luap dapat berbentuk membahayakan, baik kepada dirinya sendiri, maupun kepada orang lain di sekitarnya.

Untuk dapat mengelola dan mengarahkan kemarahan secara sehat itu memang tidak mudah. Tapi coba renungkan kembali, betapa banyakanya kerugian yang dampak negatif yang tibul jika kemarahan tersebut tidak terkontrol Namun demikian, banyak cara yang sebenarnya dapat anda coba untuk menekan tingkat emosi / kemarahan.

Saat kemarahan datang, biasanya tubuh memberikan tanda-tanda kemarahan, misalnya lambung berdenyut seperti orang lapar, sakit kepala, detak jantung berdenyut lebih kencang,  sulit konsentrasi, muka memerah, berkeringat, gemetaran, bahu menegang, pipi terasa kaku, dan sebagainya. Jika ini terjadi pada anda, bersiaplah untuk melakukan pengereman kemarahan yang terjadi pada diri anda.

Tips Atasi Kemarahan yang Terjadi pada Diri Anda:

  • Ingat kepada Tuhan dan perbanyak berdoa.
  • Kenali pemicu kemarahan yang sering terjadi. Kemarahan bisa terjadi disebabkan oleh tempat, orang, waktu, atau peristiwa tertentu, ingatan tentang apa yang telah terjadi , stres dan kurang tidur, kafein, alkohol, konsumsi obat-obatan terlarang, anggota keluarga, rekan sekerja, atau kondisi keuangan yang sulit.
  • Lakukan relaksasi, seperti misalnya dengan menarik napas dalam-dalam, dan hembuskan kembali secara perlahan. Lakukan ini secara berulang-ulang.
  • Lakukan olah raga, meditasi, atau yoga.
  • Pijat daerah tubuh yang terasa tegang.
  • Berdiskusi atau curhat dengan teman, untuk mendapatkan bantuan atau nasehat dari mereka.
  • Mandi air hangat, menonton televisi, menulis jika anda senang menulis, mendengarkan musik, atau mencari kegiatan lain yang dapat membuat diri anda lebih rileks. Cobalah cari hal-hal lain yang dapat menimbulkan efek rileks yang anda sukai.
  • Memfokuskan diri pada kegiatan, menghitung angka dari 1 sampai 10 perlahan-lahan, menghitung mundur dari 100 dengan selang  3, dengan berulang-ulang.
  • Memfokuskan diri pada pemikiran seperti misalnya berkali-kali mengatakan pada diri sendiri “Saya tenang”.
  • Mengingat kebaikan atau hal baik yang pernah terjadi, baik terhadap seseorang, maupun terhadap situasi menyenangkan.
  • Mengingat kebaikan atau hal baik yang pernah terjadi, baik terhadap seseorang, maupun terhadap situasi menyenangkan.
  • Ekspresikan kemarahan dengan cara yang terkontrol  misalnya meninju bantal atau sansak.
  • Buat catatan kecil dalam benak anda, sikap positif yang bagaimana harus dilakukan, jika salah satu atau beberapa jenis kemarahan itu datang.
  • Persiapkan diri anda untuk mencoba berbagai solusi yang berbeda, temukan yang paling mudah untuk dilakukan, dan terbaik untuk anda.

Mencari dan mempraktekkan metode peredam kemarahan dari  diri sendiri akan lebih banyak membantu. Metode yang berhasil anda gunakan saat ini belum tentu akan berhasil pada saat kemarahan yang berbeda sebab. Sediakan waktu khusus untuk merenung, dan mencari solusi terbaik untuk menghadapi dan mengontrol emosi kemarahan yang terjadi pada diri anda.

Author: Fika Thiana

Share This Post On

Dapatkan Artikel-artikel Menarik KilasDara.com ke Inbox Anda!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× 3 = six

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>