Tips Rumah Sehat Memanfaatkan Ventilasi Udara

Rumah sehat biasanya mencakup rumah yang ramah lingkungan, cukup cahaya, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Namun sayangnya, harga tanah yang semakin hari semakin mahal, maka tak semua rumah memiliki fleksibilitas ruang lebih untuk banyak memiliki area terbuka untuk mendapatkan udara segar, misalnya taman hijau yang luas. Apalagi rumah-rumah di kawasan perkotaan, yang biasanya memiliki dinding berdempatan, akan sedikit kesulitan mengatur letak jendela.

tips rumah sehat yang tidak sumpek dan pengap

Image courtesy by David Castillo Dominici } Freedigitalphotos.net

Ada beberapa trik yang dapat anda lakukan, untuk tetap dapat mewujudkan sebuah rumah sehatĀ  yang nyaman dan memenuhi kategori rumah sehat. Diantaranya adalah dengan memanfaatkan ventilasi udara yang cukup memadai di dalam rumah. Jika jumlah ventilasi udara cukup memadai, maka udara dan hawa dalam rumah dapat tetap terjaga kesejukannya. Tak hanya udara, ventilasi juga mendukung dari sisi pencahayaan rumah, dan dapat mengurangi kelembaban ruangan.

Prinsip utama dalam membuat ventilasi dalam rumah adalah dengan membuat udara mudah dan leluasa bergerak dari dalam keluar, atau dari luar ke dalam. Prinsip dasarnya, udara akan mengalir dari tempat yang suhunya lebih rendah k ruangan yang suhunya lebih tinggi. Suhu di sekitar rumah dapat disesuaikan dengan melakukan sedikit modifikasi agar dapat memancing udara mengalir ke dalam rumah.

Tips Membuat Rumah Sehat yang Tidak Berkesan Sumpek dan Pengap:

1. Gunakan jendela yang dapat dibukan dan ditutup, agar sirkulasi udara dapat lebih leluasa bergerak. Sebagai alternatif, anda dapat menggunakan jendela kaca nako. Jendela seperti ini dapat menjadi sumber penerangan alami, yang sekaligus juga menjadi ventilasi udara yang baik untuk sirkulasi udara dalam rumah. Ini merupakan salah satu upaya membuat rumah sehat yang cuku efektif.

2. Membuat kisi-kisi pada dinding yang menghadap ke luar atau berhubungan langsung dengan area luar rumah. Kisi-kisi tersebut dapat dibuat di bagian atas atau bawah dinding.

3. Membuat lubang-lubang kecil berupa kotak-kotak di bagian atas dinding yang dekat dengan posisi plafon. Lubang-lubang ini akan berfungsi untuk mendapatkan aliran udara yang teratur.

4. Membuat bukaan di atas langit-langit pada salah satu sisi ruangan. Perlu diingat, bahwa ventilasi ini merupakan lubang terbuka yang dapat kemasukan air hujan. Maka dari itu, sebaiknya posisikan ventilasi di bagian atau sisi yang benar. Di bagian bawah bukaan, sebaiknya dibuat taman, baik tanaman kering atau patio yang berupa tanah ditutupi batu-batuan atau tanamanĀ  hijau. Disini kita dapat memanfaatkan eksterior yang ada untuk menempatkan ventilasi yang benar.

Modifikasi yang disebutkan diawal tadi salah satunya adalah dengan menanam beberapa tumbuhan di sekitar rumah. Hal ini akan dapat memancing udara masuk ke dalam rumah, mengingat prinsip dasar sirkulasi udara yang dibutuhkan tadi. Menempatkan pintu, jendela, ventilasi, lubang di atap, atau bukaan-bukaan lainnya saling berhadapan, merupakan salah satu trik untuk memudahkan udara saling bertukar keluar masuk. Dengan pengaturan ventilasi dengan menempatkan posisi yang benar, maka akan tercipta rumah sehat dan segar, kaya cahaya, sirkulasi udara baik dan tidak sumpek.

Pencahayaan dan penghawaan yang bersumber pada cahaya alami itu sangat baik untuk kesehatan sebuah rumah. Rumah yang ramah lingkungan dapat menghemat energi dengan baik. Cahaya alami adalah cahaya yang bersumber langsung dari sinar matahari. Cahaya alami juga memiliki banyak kelebihan dan efek positif untuk kesehatan rumah.

Sinar matahari dapat membunuh beberapa jenis jamur dan bakteri negatif yang biasanya tumbuh dalam rumah lembab. Rumah yang memiliki sirkulasi pencahayaan sinar matahari yang cukup tentu akan lebih sehat dan hangat. Maka dari itu, dalam sebuah rumah, dibutuhkan pengaturan ventilasi atau bukaan yang baik.

Jendela kaca atau bukaan lainnya yang berhubungan langsung dengan area luar rumah pada setiap rumah perlu diperhatikan. Perhatikan arah matahari pada sisi hadap masing-masing bukaan. Jika memang ruangan tersebut menghadap langsung ke arah matahari, maka manfaatkan kanopi atau overstek jendela yang menaungi matahari langsung, dan ini juga akan menjaga jendela dari tempias ketika hujan datang.

Jika ternyata dinding rumah anda menempel dengan dinding rumah tetangga, sehingga tidak memungkinkan anda untuk membuat jendela pada sisi tersebut, maka manfaatkanlah penggunaan skylight atau atap genteng kaca. Penggunaan bahan polycarbonat pada atap carpot juga dapat dijadikan pilihan. Komponen pencahayaan lainnya dapat diambil dengan memanfaatkan glassblock sebagai sekat dinding. Tips ini akan dapat membuat hunian menjadi nyaman dan asri.

Author: Fika Thiana

Share This Post On

Dapatkan Artikel-artikel Menarik KilasDara.com ke Inbox Anda!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This