Tips dan Resiko Waxing

Sebelum membahas tentang tips dan resiko waxing, ada baiknya anda ketahui terlebih dahulu apa itu waxing. Waxing adalah salah satu cara untuk menghilangkan bulu yang menempel di kulit tubuh dengan menggunakan lilin yang dipanaskan. Kilasdara akan membahas sedikit tentang bagaimana cara kerja waxing serta risiko melakukan waxing.

tips dan resiko waxing

Image courtes: “Close-up Of Therapist Waxing Man’s Leg” by Ambro


Cara kerja waxing adalah dengan mengoleskan lilin hangat di area yang akan dibersihkan dari bulu-bulu. Kemudian lilin tersebut ditarik dengan seketika agar bulu-bulu tersebut dapat ikut tertarik. Sebenarnya bulu di kulit mempunyai fungsi untuk melindungi kulit agar tidak langsung bersentuhan dengan bakteri. Namun tidak seperti jaman dahulu kala, pakaian bersih sudah cukup melindungi tubuh kita dari menempelnya bakteri di kulit.

Ada 2 macam tipe waxing di daerah sensitif, yaitu bikini wax dan Brazilian wax. Bikini wax adalah cara membersihkan bulu-bulu yang jatuh diluar garis bikini. Sedangkan Brazilian wax merupakan cara menghilangkan bulu=bulu semmua rambut di daerah bikini. Waxing di daerah sensitif lebih banyak beresiko karena bisa mempengaruhi kulit sensitif dan selaput lendir di daerah tersebut. Hal ini dapat menyebabkan bakteri lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Di bagian sensitif juga dapat menyebabkan infeksi kulit, infeksi pada folikel rambut dan rambut tumbuh ke dalam kulit. Maka sebaiknya anda tidak sembarangan memutuskan untuk melakukan waxing di daerah sensitif. Ada pilihan lain untuk membersihkan bulu-bulu di daerah sensitif, misalnya dengan metode lase hair removal atau dengan teknologi modern berbasis cahaya, agar lebih steril dan aman.

Waxing juga dapat mengelupas kulit, ketika lilin diangkat, permukaan kulit terutama kulit tipis juga ikut terangkat. Pengelupasan kulit yang berlebihan dapat menyebabkan kulit kemerahan, iritasi dan menyebabkan penipisan kulit.

Tips dan Resiko sebelum dan sesudah Waxing

1. Jangan melakukan waxing menjelang jadwal menstruasi, karena saat itu biasanya kulit anda cenderung lebih sensitif.

2. Hindari mengkonsumsi alkohol dan kafeini sebelum melakukan waxing, karena kulit anda juga akan lebih sensitif dari biasanya.

3. Hindari panas yang berlebihan selama 24 jam setelah anda melakukan waxing. Termasuk mandi air hangat, berjemur matahari dan mandi uap atau sauna.

4. Jangan gunakan deodorant, parfum, scrub dan jenis pewangi lainnya, karena kulit anda baru saja di waxing. Pilih sabun mandi yang baik, lebih baik gunakan sabun mandi yang non parfum khusus untuk pasca waxing.

5. Setelah melakukan waxing, sebaiknya anda mengoleskan krim atibiotik topical dan krim hidrokortison 1% sebagai anti peradangan, mengurangi iritas dan membantu mencegah timbulnya infeksi potensial.

6. Akan jauh lebih baik jika anda konsultasi dengan dokter kulit untuk krim yang paling sesuai untuk kulit anda. Apalagi jika anda mengalami peradangan atau infeksi, segeralah hubungi dokter.

Tidak seperti di bagian kepala, rambut di kepala begitu dijaga agar rambut tidak mudah rontok, sedangkan rambut tipis di bagian lain sering diupayakan untuk dihilangkan. Waxing merupakan cara praktis dan paling banyak dipilih oleh sebagian orang untuk menghilangkan rambut di kulit, meski sebenarnya cara waxing ini memiliki resiko.

Author: Fika Thiana

Share This Post On

Dapatkan Artikel-artikel Menarik KilasDara.com ke Inbox Anda!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This