Apa Itu Keputihan dan Cara Mencegah Keputihan

Apa itu keputihan dan bagaimana cara mencegah keputihan agar tidak terus menerus mengganggu kenyamanan anda? Cairan pencuci dan pantyliners adalah perlengkapan wanita yang paling sering digunakan, untuk mengatasi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh keputihan. Meski sebenarnya, keputihan merupakan salah mekanisme tubuh wanita untuk pertahanan tubuh, tetapi keputihan adalah hal yang selalu ingin dihindari oleh kaum wanita pada umumnya.

cara mencegah keputihan

Image courtesy by Tuomas_Lehtinen | freedigitalphotos.net

Apa itu Keputihan?

Keputihan adalah keluarnya cairan berwarna putih dari kelamin. Keputihan yang melampaui batas normal, merupakan hal yang harus segera disembuhkan.

Kapan terjadinya keputihan dan bagaimana keputihan dianggap normal?

Cairan keputihan bisa keluar saat seorang wanita mengalami masa subur. Biasanya, keputihan akan terjadi selama setengah dari siklus masa subur dikategorikan sebagai keputihan normal. Jika keputihan terjadi di luar masa tersebut, maka keputihan tersebut bisa dikategorikan keputihan yang tidak normal. Keputihan bisa saja terjadi saat anda kelelahan, stress atau kurang tidur.

Jumlah cairan keputihan yang normal biasanya tidak terlalu banyak, tidak menyebabkan gatal-gatal, dan warnanya bening. Dan sebaliknya, jika keputihan itu jumlahnya banyak, menyebabkan gatal-gatal dan berwarna, maka anda harus mulai waspada.

Keputihan yang dikategorikan sebagai keputihan tidak normal bisa disebabkan oleh jenis Bacterial Vaginosis. Keputihan yang disebebabkan karena jamur akan menyebabkan gatal-gatal, cairannya akan berwarna agak kehijauan dan berbau menyengat. Adanya keputihan akibat bersarangnya Bacterial Vaginosis dapat diikuti dengan tumbuhnya bakteri-bakteri lain. Kalau sudah begitu, maka keputihan akan semakin sulit disembuhkan.

Apa yang terjadi jika keputihan tidak segera diobati?

Bakteri yang ada di daerah Miss-V bisa masuk ke dinding rahim yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Atau bahkan bisa masuk ke saluran kencing yang juga dapat menyebabkan infeksi. Jika anda berencana untuk memiliki buah hati, maka sebaiknya obati dahulu masalah keputihan anda jika memang dikategorikan sebagai keputihan tidak normal. Penyembuhan keputihan tidak dapat dilakukan pada saat anda hamil karena anda harus mengonsumsi obat yang bisa mempengaruhi janin.

Bagaimana cara mencegah keputihan?

1. Feminine Wash atau Cairan Pencuci

Jika keadaan miss-V dalam kondisi sehat, anda boleh menggunakan Feminine Wash atau cairan pembersih atau sabun khusus wanita. Pastikan anda menggunakan cairan pembersih ini di bagian luar saja agar bakteri yang ada tidak ikut masuk. Pemakaian sabun pembersih wanita juga dapat membunuh bakteri “baik”. Padahal, jika bakteri “baik” hilang, maka akan memudahkan jamur dan bakteri “jahat” lebih mudah masuk ke dalam daerah intim wanita.

2. Douche (Pembersih Semprotan)

Mencegah keputihan bisa dilakukan dengan menggunakan douche atau pembersih kemaluan semprot. Jika penggunaannya tidak benar, maka cairan keputihan bisa menumpuk dan bisa masuk ke rahim jika disemprot dengan keras.

3. Pantyliners

Pantyliners bisa digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat keputihan. Namun demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu jangan sampai anda menggunakan pantyliners dalam jangka waktu yang terlalu lama. Jika tidak sering diganti, maka daerah miss-V anda akan menjadi lebih lembab. Bakteri dan jamur akan sangat betah tinggal disana, dan akan lebih mudah untuk berkembang biak.

4. Hati-hati di toilet umum

Air seni yang keluar mengenai air dalam kloset bisa saja memantul dan kembali ke daerah miss-V anda. Padahal, air dalam kloset itu belum tentu bersih dari bakteri. Maka dari itu, cobalah untuk mengarahkan air seni anda ke dinding kloset bagian dalam, bukan ke air di dalam lubang kloset. Gunakan air bersih yang mengalir untuk mencuci, dengan arah dari atas ke bawah (bukan sebaliknya).

Begitu pula jika anda buang air kecil di lantai keramik (bukan di kloset). Tak selamanya lantai keramik di kamar mandi bersih dari bakteri, bisa saja bakteri-bakteri nakal berdiam diri di lantai keramik yang nampak bersih jika dilihat kasat mata. Berhati-hatilah saat buang air kecil di lantai keramik, jangan sampai percikan air seni anda mengenai kembali daerah miss-V anda sehingga bakteri dapat ikut masuk ke dalam miss-V.

5. Beri Udara Segar

Ada baiknya untuk mencegah bertenggernya bakteri dan jamur, anda melepaskan celana dalam di malam hari. Cara ini dapat membantu mencegah timbulnya keputihan Karena bakteri sebenarnya takut pada udara. Yang terpenting disini adalah, beri nafas pada miss-V anda jika seharian penuh sudah dalam keadaan lembab.

6. Merawat Pakaian Dalam

Pakaian dalam yang digunakan hendaknya benar-benar baik dan sehat agar dapat mengurangi tingkat kelembaban yang sering terjadi, bukan malah menambahnya. Perhatikan pula dari mulai bahan pakaian dalam hingga bagaimana cara merawat pakaian dalam dengan benar.

Untuk mencegah keputihan, yang terpenting adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Olah raga dan konsumsi makanan sehat tentu menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan agar organ dan hormon dalam tubuh anda dapat bekerja dengan baik.

 

Author: Fika Thiana

Share This Post On

Dapatkan Artikel-artikel Menarik KilasDara.com ke Inbox Anda!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This